Polsek Kuanteng di Back Up Satreskrim Polres Kuansing Tertibkan PETI


HALOTERKINI.COM – Polres Kuantan Singingi kembali tertibkan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Pulau Komang Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing, Rabu (30/11/2022) kemarin.

2 (dua) unit rakit PETI dibakar dan dimusnahkan jajaran Polsek Kuantan Tengah dan Satreskrim Polres Kuansing.

“Sore sekitar pukul 16.00 WIB, saya bersama personel Polsek Kuantan Tengah, di back up Kanit Tipiter Satreskrim Polres Kuansing Ipda Mario Suwito SH serta 3 personil Polsek Kuantan Tengah dan 6 personil Opsnal Satreskrim Polres Kuansing terjun ke lokasi. Dua unit rakit PETI yang ditemukan langsung dibakar dan disita,” ujar Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata SIK MSi melalui Kapolsek Kuantan Tengah, Kompol Fridolin SH.

Kompol Fridolin mengatakan, para pelaku tidak ditemukan di lokasi, diduga sudah kabur duluan saat personil gabungan tiba di TKP. Di TKP tim hanya menjumpai 2 (dua) unit rakit PETI yang tidak bekerja dan tidak ada pemiliknya, sehingga personil gabungan melakukan pengrusakan dengan cara dibakar agar tidak dapat dipergunakan kembali.

Kapolsek menegaskan, melalui kegiatan yang dilaksanakan tersebut bahwa Polres Kuansing dan Polsek jajaran khususnya Polsek Kuantan Tengah berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam, salah satunya mencegah kerusakan lingkungan dari tangan-tangan yang tak bertanggung jawab seperti PETI.

“PETI dapat dipastikan berdampak negatif bagi masyarakat, karena jumlah yang menikmati keuntungan dari kegiatan tersebut hanya segelintir orang sedangkan yang terkena dampaknya bisa ribuan orang, termasuk makhluk hidup lainnya,” tegasnya.

Penambangan emas tanpa ijin tersebut berhubungan langsung dengan air sungai, dapat dipastikan bahwa masyarakat yang berada di hilir sungai tidak lagi dapat menikmati air bersih dan ikan yang ada di sungai, tidak dapat berkembang dan bahkan ada kekhwatiran mengkonsumsi ikan yang berasal dari sungai tersebut.

“Maka dari itu, dalam UU RI No 3 tahun 2020, tentang perubahan atas UU RI No 4 tahun 2009 tentang mineral dan batu bara dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun mengancam berat pelaku penambangan emas tanpa ijin dengan sanksi pidana maupun denda,” ujar Kapolsek.

Kapolsek Kuantan Tengah menghimbau dan berharap kepada masyarakat yang masih ada melakukan PETI di wilayah Kecamatan Kuantan Tengah untuk ikut menjaga kelestarian alam dan lingkungan, serta peduli dengan masyarakat yang lain yang mungkin jadi korban akibat penambangan tersebut.

“Apabila masih melakukan aktifitas penambangan emas tanpa ijin maka akan ditindak lanjuti dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tutur Kapolsek Kuantan Tengah, Kompol Fridolin SH.

 

 

(HT)

 

Berita Terkait

Top