Polisi Bekuk Pelaku Penganiaya Seorang Wanita


HALOTERKINI.COM –  Satreskrim Polres Dumai berhasil membekuk terduga penganiayaan AA (32) di salah satu gudang pupuk yang terletak di Jalan Soekarno Hatta (24/10) lalu.

Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasat Reskrim AKP Aris Gunadi SIK MH menyampaikan pelaku AA diketahui melakukan tindak pidana dugaan penganiayaan kepada mantan istrinya tersebut dengan cara mencekik dan memukuli wajahnya hingga pingsan.

“Korban A sudah bercerai dengan terduga AA, namun sejak bulan Juni 2022 korban kembali menjalin hubungan dengan AA. Kemudian pada bulan September 2022 korban diminta oleh AA untuk datang kembali ke Kota Dumai dan setelah sampai di Kota Dumai korban tinggal bersama sama dengan AA di sebuah rumah kontrakan milik AA yang berada di Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai. Tanggal 21 Oktober 2022 sekira pukul 21.00 WIB terjadi pertengkaran antara korban dengan AA sehingga membuat AA mencekik leher dan memukuli bagian wajah korban hingga korban pingsan. Setelah sadar korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada tetangganya, merasa tidak senang akan perbuatan AA korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Dumai guna penyelidikan dan Penyidikan lebih lanjut,” jelas Kasat Reskrim, Jumat (28/10).

Setelah menerima laporan dari korban, Tim Opsnal Reskrim Polres Dumai pun melakukan penyidikan dan penyelidikan, berbekalkan informasi dari masyarakat tim berhasil mengamankan AA tanpa ada upaya perlawanan darinya.

“Berdasarkan hasil penyelidikan laporan Polisi maka pada tanggal 24 Oktober 2022 sekira 16.15 WIB tim Opsnal Reskrim Polres Dumai yang dipimpin Kanit Pidum Reskrim Polres Dumai Ipda Hendra Hutagaol SH, mendapatkan informasi tersangka AA sedang berada di Jalan Soekarno Hatta tepatnya di salah satu Gudang Pupuk. Kemudian dilakukan tindak lanjut atas informasi tersebut yang mana saat di TKP tim Opsnal berhasil mengamankan tersangka AA dan tersangka dibawa ke Polres Dumai untuk diproses lebih lanjut,” ujar AKP Aris Gunadi SIK MH.

Petugas mengamankan alat bukti berupa 1 (satu) lembar surat hasil Visum Et Repertum korban A. Jika terbukti bersalah, AA dijerat dengan Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya dua tahun delapan bulan.

 

 

(HT)

Berita Terkait

Top