MIPI Luncurkan Buku Putih Pemerintahan Indonesia


HALOTERKINI.COM – Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) meluncurkan buku berjudul “Buku Putih Pemerintahan Indonesia” pada Sabtu (10/9022).

Pembahasan dalam buku ini memberikan gambaran kepada dunia tentang kondisi dan sistem pemerintahan Indonesia saat ini.

Acara peluncuran buku putih pemerintahan ini dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat serta para pakar ilmu pemerintahan seperti Ketua Dewan Penasehat MIPI Prof. Ryas Rasyid, Rektor IPDN Hadi Prabowo.

Sementara hadir sebegai narasumber antara lain Prof. Siti Zuhro selaku peneliti di Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Eko Prasojo selaku Guru Besar Administrasi Universitas Indonesia (UI), serta Prof. Muchlis Hardi selaku Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN.

Ketua Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) yang juga Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Pol & PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar mengapresiasi segenap tokoh dan pihak yang terlibat dalam proyek pembuatan buku ini atas semangat, dedikasi dan komitmennya sehingga buku ini selesai dikerjakan dan akhirnya diluncurkan ke publik.

Bahtiar lantas mengutip peribahasa Bugis untuk mengambarkan semangat dan dedikasi pada pihak tersebut yang mengatakan “layar sudah terkembang, kemudi sudah kupasang – akan lebih baik tenggelam daripada surut langkah”.

“Saya pikir semangat itu yang dipegang oleh pengurus MIPI, sehingga walaupun lama, tapi pasti kami tunaikan janji dan niat tulus itu untuk menyelesaikan buku putih pemerintahan Indonesia. Dan hari ini kita persembahkan buat seluruh pengurus komunitas MIPI dari pusat hingga daerah dan masyarakat umum,” kata Bahtiar di sela-sela sambutannya.

Dalam waktu dekat, Bahtiar lebih lanjut menyampaikan, pihaknya juga akan meluncurkan dua buku lainnya yakni buku berjudul “Konsep Dasar Ilmu Pemerintahan” dan “Buku Etika Pemerintahan”.

“Mudah-mudahan kita selesaikan masing-masing di awal dan pertengahan tahun 2023 ini,” harap sosok yang merupakan Dirjen Polpum Kemendagri itu.

Pada kesempatan tersebut, Bahtiar juga melaporkan berbagai kegiatan yang sudah dan sedang dikerjakan oleh pengurus MIPI selama era kepemimpinannya. Mulai dari menyelenggarakan webinar mingguan yang diselenggarakan secara konsisten selama setahun terakhir hingga akan melakukan kerjasama dengan lembaga internasional.

Bahtiar menambahkan, yang paling substantif dari kerjasama itu adalah membantu menyiapkan naskah akademik revisi undang-undang pemerintahan daerah yang dinilai mungkin sudah tidak sesuai dengan konteks lingkungan pemerintahan saat ini.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kami akan meluncurkan jurnal elektonik MIPI. Mudah-mudahan ini bisa diselesaikan pada akhir November atau awal Desember. Karena sekarang ini era digital, jadi ini lebih mudah diakses oleh banyak pihak,” bebernya.

Selanjutnya, kata Bahtiar, pihaknya juga tengah menyiapkan penghargaan atau MIPI award kepada para ilmuwan bidang ilmu pemerintahan baik bagi ilmuwan maupun pelajar ilmu pemerintahan.

“Jadi tidak diberikan kepada pejabat. Kalau pejabat diberikan penghargaan itu sudah biasa. Jadi kami dorong penghargaan itu justru diberikan kepada ilmuan. Supaya merangsang para ilmuan ini mengembangkan ilmu pemerintahan, termasuk pelajar ilmu pemerintahan,” ujarnya.

Bahtiar menegaskan, hal ini dilakukan dalam rangka menjaring dan memotivasi masyarakat untuk menjadi ilmuan ilmu pemerintahan.

Terakhir, Bahtiar menyampaikan apresiasi secara khusus kepada para penulis buku putih pemerintahan ini. Karena telah meluangkan dan mendedikasikan waktu dan pikirannya menyusun buku ini.

“Terima kasih kepada seluruh penulis, ada 22 penulis dalam buku putih pemerintahan ini,” tutupnya.

 

 

(FIA)

Berita Terkait

Top