Setubuhi Anak Dibawah Umur dan Pernah Terlibat Prostitusi Online via MiChat, Pelaku Diringkus Polisi


HALOTERKINI.COM – Unit PPA Satreskrim Polres Dumai berhasil meringkus AS (17), pelaku tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur di depan Hotel Crystal Jalan Tegalega Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Selatan, Sabtu (07/01) kemarin.

Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasat Reskrim AKP Aris Gunadi SIK MH mengatakan pelaku tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur berinisial AS (17). Pelaku merupakan siswa kelas XI pada salah satu Sekolah Menangah Kejuruan (SMK) di Kota Dumai. 

“AS dilaporkan, usai korban yang masih berusia 14 (empat belas) tahun menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang ayah pada Jumat (06/01) lalu. Korban menceritakan bahwa keduanya berkenalan melalui media sosial Facebook. Setelahnya keduanya sepakat untuk bertemu, AS menjemput korban kerumah dan mengajak korban untuk pergi ke pasar malam,” jelas Kapolres Dumai melalui AKP Aris Gunadi, Senin (09/01/2023).

Dari hasil interogasi AS bahwa sebelum diamankan dalam perkara persetubuhan terhadap anak dibawah umur, yang bersangkutan juga pernah ikut terlibat di dalam kegiatan prostitusi online yang pernah diungkap Polres Dumai (29/12/2022) lalu. Pelaku AS dengan menggunakan aplikasi jejaringan sosial MiChat, menawarkan perempuan muda anak dibawah umur dengan setiap sekali kencan AS mendapat uang sebesar Rp 50.000,- dari pengguna jasa yang membayar 300 ribu sampai 600 ribu sekali main.

Setelah itu lanjut AKP Aris Gunadi, korban diajak kerumah teman AS yang berada didaerah Kelurahan Bukit Datuk. Tak lama kemudian, korban kembali diajak ke rumah teman AS di Jalan Mesjid As Salam Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur. Sesampainya disana, AS langsung mengajak korban kedalam sebuah kamar dan melakukan persetubuhan. Atas kejadian tersebut ayah korban merasa tidak senang dan melaporkannya kepada Unit PPA Polres Dumai guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, AS akan dijerat dengan Pasal 76D Jo 81 Ayat (1), Ayat (2) Jo 76E Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang – Undang Jo UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” tegas Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Aris Gunadi SIK MH didampingi Kanit PPA Ipda Hermawan Gunawan SH.

 

(HT/HPD)

Berita Terkait

Top