Polsek Tampan Ungkap Tindak Pidana dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan Menyerang Kehormatan Kesusilaan


HALOTERKINI.COM – Polsek Tampan ungkap tindak pidana dengan kekerasan atau ancaman kekerasan menyerang kehormatan kesusilaan (cabul) di cafe FAV Jalan Mayar Sakti Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru, Rabu (23/11).

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Dr Pria Budi SIK MH melalui Kapolsek Tampan Kompol I Komang Aswatama SH SIK berdasarkan laporan polisi tanggal 22 November 2022 atas nama DMW (21), perempuan, wiraswasta, merupakan korban perbuatan cabul

Dengan dasar laporan polisi tersebut Kapolsek Tampan memerintahkan Kanit Reskrim AKP Aspikar SH didampingi Panit Reserse Ipda Sukardi bersama Team Opsnal Polsek Tampan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan serta mengumpulkan barang bukti dalam perkara ini. 

“Tidak menunggu waktu lama pelaku atas nama AF (20) berhasil ditangkap tim opsnal. Setelah dilakukan introgasi pelaku mengakui atas perbuatannya telah melakukan perbuatan cabul secara paksa terhadap korban,” ujar Kapolsek Tampan.

Adapun kronologis kejadian berawal Sabtu (19/11)sekira pukul 23.10 WIB, pelaku datang ke cafe tempat korban bekerja, kemudian pelaku langsung memeluk korban dari arah belakang dan memegang daerah sensitif (bagian dada) dan korban melawan dengan menolak tangan pelaku. 

“Pelaku yang sudah kerasukan tersebut langsung menarik korban ke sebuah kamar dan pelaku melakukan upaya paksa membuka baju serta celana milik korban. Pelaku memegang daerah sensitif korban dan kelakuan bejat pelaku tidak sampai disana, pelaku melakukan onani didepan korban dan selanjutnya meninggalkan korban dalam kondisi tanpa busana,” terang Kapolsek.

Barang bukti yang diamankan dalam perkara ini berupa 1 (satu) helai baju kemeja lengan panjang warna Ungu, 1 (satu) bra warna Merah dan 1 (satu) helai jilbab warna Biru.

“Adapun identitas pelaku AF(20), tidak bekerja, alamat Jalan Manyar Sakti Gang Merdu Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Pelaku dilakukan test urine negative (-) menggunakan narkotika mengandung metamfetamina dan Pasal yang disangkakan terhadap pelaku Pasal 289 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 9 (sembilan) tahun penjara,” tutup Kapolsek Tampan, Kompol I Komang Aswatama SH SIK.

 

 

(SH)

Berita Terkait

Top