Polsek Bagan Sinembah Ungkap Jenazah Yang Telah Dikubur, Ternyata Korban Kejamnya Ibu Tiri 


HALOTERKINI.COM – Polsek Bagan Sinembah berhasil mengungkap kematian seorang perempuan belia bernama Rena Novita alias Novi (22), alamat Jalan MT Hariyono (Bambu kuning) Kelurahan Bahtera Makmur Kota Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rohil. Almarhumah meninggal dunia pada Rabu tanggal 11 Januari 2023 lalu.

Korban meninggal atas perlakuan kejam ibu tirinya yang bernama Aisyah Afriani Purba alias Aisyah (40 tahun), yang sering melakukan penganiayaan pada tanggal 31 Desember 2022 sekira pukul 18.00 WIB lalu.

Korban dianiaya dengan cara membenturkan kepala korban sekuat tenaga ketanah hingga menyebabkan kematian.

Ibu kandung korban bernama Rosdiana alias Ros (38) yang tinggal di Dusun Griya N 8 Kepenghuluan Pematang Celeng Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Batu Sumut, meminta pertanggung  jawabkan perbuatannya. Polisi akhirnya meringkus Aisyah Afriani Purba alias Aisyah, Jumat tanggal 20 Januari 2023 kemarin.

Kapolres Rohil, AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi melalui Kasi Humas AKP Juliandi SH membenarkan adanya laporan pengungkapan tindak pidana perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian di wilayah hukum Polres Rohil oleh Polsek Bagan Sinembah. 

“Pada Rabu tanggal 11 Januari 2023 sekira pukul 14.00 WIB, pelapor mendapat kabar dari adik kandungnya yang bernama Sapdan, bahwa anak kandungnya yang bernama Rena Novita alias Novi telah meninggal dunia. Jenazahnya saat itu sudah berada dirumah orang tuanya, di Jalan Bukit Pembangunan Kepenghuluan Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah,” kata Kasi Humas Polres Rohil.

Mendengar kabar tersebut pelapor yang sedang berada di Kota Pinang, bergegas berangkat menuju rumah orang tuanya di Kota Bagan Batu. Sekira pukul 15.30 WIB, pelapor tiba dirumah orang tuanya dan melihat jenazah anaknya sudah terletak diatas kasur diruang tamu dengan keadaan tertutup kain panjang.

Dan saat kain penutup jenazah tersebut dibuka, pelapor melihat kedua mata anaknya dalam keadaan terbuka/melotot. Pada bagian mata sebelah kanan dalam keadaan lebam/memar, kemudian kedua bola matanya dalam keadaan merah seperti darah dan jenazah korban sangat kurus seperti tengkorak.

Melihat hal tersebut, pelapor merasa ada kejanggalan dengan kematian anaknya. Selanjutnya pelapor bersama saksi saudari Yopiana dan saksi saudari Zahniar dengan dibantu oleh beberapa orang warga memandikan jenazah anaknya.

Ketika seluruh pakaian jenazah anaknya dilepas, pelapor kembali melihat ada tanda-tanda kekerasan/penganiayaan berupa luka lebam diarea punggung anaknya, ada benjolan pada pinggang anaknya dan dari mulutnya mengeluarkan buih berwarna Cokelat kehijauan. Namun saat itu pelapor belum melaporkan kejanggalan yang dilihatnya kepada pihak kepolisian dan langsung memakamkan anaknya.

Kamis tanggal 12 Januari 2023, pelapor mendatangi Polsek Bagan Sinembah dengan membawa bukti-bukti berupa foto dan rekaman video saat jenazah korban sedang dimandikan dengan maksud untuk memperlihatkan kepada pihak kepolisian adanya tanda-tanda kekerasan yang dialami oleh anaknya.

“Unit Reskrim Polsek Bagan Sinembah menerima laporan pengaduan pelapor selaku ibu kandung korban dan selanjutnya dilakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban,” ungkap AKP Juliandi.

Setelah menerima surat laporan pengaduan dari ibu kandung korban, Unit Reskrim Polsek Bagan Sinembah melakukan serangkaian penyelidikan dan tindakan kepolisian berupa pemeriksaan saksi-saksi, mendatangi TKP dan melakukan autopsi dan visum et repertum terhadap jenazah korban. Dari hasil lisan oleh dokter pemeriksa didapati bahwa penyebab kematian korban akibat adanya kekerasan benda tumpul pada daerah leher yang menngakibatkan patah tulang segmen leher.

Berbekal hasil pemeriksaan autopsi tersebut, Unit Reskrim melakukan pemeriksaan terhadap Ibu tiri korban yang bernama Aisyah Afriani Purba alias Aisyah. Dari keterangannya didapati pengakuan bahwa memang benar korban sering mengalami kekerasan berupa penganiayaan fisik dan psikis.

Berbekal keterangan ibu tiri dan para saksi yang menerangkan bahwa benar dirumah tersebut korban sering menangis akibat kemarahan/penganiayaan maka Unit Reskrim Polsek Bagan Sinembah melakukan penangkapan terhadap ibu tiri tersebut pada hari Jumat tanggal 20 Januari 2022 kemarin.

“Terlapor disangkakan Pasal 44 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga atau pasal 351 ayat (3) K.U.H.Pidana,” tutur Kasi Humas Polres Rohil, AKP Juliandi SH.

 

(HT/HPR)

Berita Terkait

Top